Intan Nurul Hikmah: Pemimpin dengan Feminisme yang Merangkul
Jumat, 9 Oktober 2026 07:46 WIB
Tangerang Karya Indonesianews.com.
Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa dinamika politik Kabupaten Tangerang akan menghadirkan sosok perempuan dengan latar belakang keluarga politik yang kuat, yakni Intan Nurul Hikmah, putri dari H. Ismet Iskandar, mantan Bupati Tangerang yang dikenal luas oleh masyarakat melalui kiprahnya dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang infrastruktur selama masa kepemimpinannya.
Baca juga: DTRB dan Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang Abaikan Panggilan Pengadilan: Bukti Tidak Taat Hukum?
Kini, perubahan zaman membawa Intan Nurul Hikmah ke panggung kepemimpinan yang lebih strategis. Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang. Dua posisi tersebut menempatkannya dalam ruang pengabdian yang mempertemukan tanggung jawab pemerintahan dengan dinamika politik dan aspirasi masyarakat.
Kehadiran Intan menjadi menarik untuk dibaca bukan semata-mata karena ia seorang perempuan yang berada di pusat kekuasaan, melainkan juga karena kepemimpinan perempuan membuka ruang bagi pendekatan yang lebih humanis, komunikatif, dan inklusif dalam kehidupan publik.
Dalam perspektif feminisme, kepemimpinan tidak harus dibangun melalui dominasi, persaingan yang keras, atau jarak antara pemimpin dan masyarakat. Kepemimpinan juga dapat diwujudkan melalui kemampuan mendengarkan, membangun kepercayaan, merangkul perbedaan, serta mengambil keputusan secara tegas dan bertanggung jawab.
Baca juga: Pentingnya Kedudukan Sekretaris Daerah dalam Pemerintahan Kabupaten Tangerang
Sosok pemimpin yang merangkul adalah sosok yang mampu menghadirkan kesejukan tanpa kehilangan ketegasan. Ia dapat menempatkan dirinya sebagai pelayan masyarakat yang mendengar keluhan rakyat, sebagai sahabat yang menghargai kerja sama, sekaligus sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan demi kepentingan publik.
Dalam konteks itulah, Intan Nurul Hikmah dapat menjadi bahan refleksi tentang bagaimana perempuan mengambil peran dalam kepemimpinan daerah dan politik lokal. Feminisme yang merangkul bukan sekadar persoalan perempuan menduduki jabatan strategis, melainkan juga tentang bagaimana kekuasaan dijalankan dengan kepekaan sosial, kesetaraan, keberanian, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas.
Pada akhirnya, nilai kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang disandang atau latar belakang keluarga yang dimiliki. Lebih dari itu, kepemimpinan akan memperoleh maknanya melalui kebijakan yang dihasilkan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta kemampuan membangun ruang bersama yang memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk tumbuh dan berpartisipasi.
Intan Nurul Hikmah dan feminisme yang merangkul menjadi sebuah gagasan tentang kepemimpinan yang memadukan kelembutan dengan ketegasan, komunikasi dengan keberanian, serta kedekatan dengan masyarakat dengan tanggung jawab politik. Sebuah pendekatan kepemimpinan yang khas yang hadir di tengah – tengah masyarakat Kabupaten Tangerang sehingga menjadi kerja nyata dan hasil pembangunan yang dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang. (tiem s.)


Posting Komentar