Sebut DPRD "Cuci Tangan", Aktivis Hukum Semprot Anggota Dewan Terkait Raport Merah Bupati Tangerang
KABUPATEN TANGERANG - Pernyataan salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI-Perjuangan yang memberikan "Raport Merah" terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang memicu reaksi keras. Kritik tersebut dinilai naif dan dianggap sebagai upaya "cuci tangan" legislatif atas fungsi kontrol mereka sendiri.
Aktivis mahasiswa Fakultas Hukum dari salah satu universitas ternama di Tangerang, Rio Putra Sadewa, menyebut tudingan kegagalan pemerintah daerah tersebut sangat tidak objektif.
"Kalau Bupati Raport Merah, DPRD Raport Gagal?"
Rio menegaskan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah, DPRD adalah mitra strategis eksekutif. Jika kinerja pemerintah dianggap buruk, maka fungsi pengawasan (controlling) yang melekat pada DPRD juga patut dipertanyakan.
"Sangat naif jika sekelas anggota dewan memberikan raport merah tanpa berkaca pada fungsi mereka sendiri. Kalau Bupati dan Wakil Bupati diberi raport merah, berarti DPRD raportnya gagal dong? Artinya fungsi kontrol mereka tidak berjalan," tegas Rio saat memberikan keterangan kepada media, Minggu (22/02/2026).
Kritik Tanpa Solusi Dinilai "Lebay"
Rio menyoroti bahwa persoalan mendasar di Kabupaten Tangerang—seperti pendidikan, tata kelola sampah, hingga pengangguran—adalah masalah kompleks yang menjadi tanggung jawab bersama antara eksekutif dan legislatif.
Menurutnya, anggota dewan seharusnya tidak hanya pandai melempar narasi negatif ke publik, tetapi juga memberikan solusi konkret melalui fungsi penganggaran dan legislasi.
"Ini sungguh lucu. Kesannya semua persoalan dilemparkan ke pundak Kepala Daerah tanpa ada sedikitpun tawaran solusi. Penilaian tersebut terkesan 'lebay' dan hanya menyederhanakan masalah yang sebenarnya sangat luas," ungkapnya.
Desakan Sinergi, Bukan Konflik Narasi
Lebih lanjut, Rio mengingatkan bahwa usia kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang saat ini baru menginjak satu tahun. Menurutnya, terlalu dini dan cenderung tendensius jika langsung dicap gagal total.
Ia berharap DPRD lebih fokus pada penguatan sinergi daripada menciptakan kegaduhan opini yang bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
"Masyarakat Kabupaten Tangerang itu butuh solusi nyata, bukan konflik narasi antar pejabat. Sudah saatnya semua pihak duduk bersama, berhenti saling menyalahkan, dan mulai bekerja nyata untuk rakyat," pungkas Rio.
Penulis: Yanto
Editor: Karya Indonesia News

Posting Komentar