Masuki Usia ke-9, GIAN Perjuangkan “The Sanctuary Integrated Wellness Centre”
Kabupaten Tangerang | | Karyaindonesianews.com– Memasuki usia ke-9 tahun pada 30 Juni 2026, Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) fokus memperjuangkan berdirinya The Sanctuary Integrated Wellness Centre. Pusat rehabilitasi ini dirancang sebagai bentuk perjuangan kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi muda dari jeratan narkoba. Kamis 25/06/2026
“Menyiapkan The Sanctuary sama saja menyelamatkan masa depan Indonesia. Narkoba merusak otak, menghancurkan masa depan, dan memisahkan manusia dari Tuhan serta keluarganya,” tegas Ketua Umum GIAN, RM Guntur Eko Widodo.
1. PUSAT KOMANDO AKSI NASIONAL P4GN
The Sanctuary akan menjadi Pusat Komando Aksi Nasional P4GN untuk mengawal Inpres No. 2 Tahun 2020. Seluruh kegiatan perjuangan GIAN secara nasional akan dipusatkan dari pusat rehabilitasi ini.
Saat ini tim DPP GIAN bersama para akademisi Indonesia telah menyelesaikan _Feasibility Study_ secara detail dan sedang dalam proses _Due Diligence_ bersama calon mitra asuh/investor. Pengelolaannya akan dijalankan dengan manajemen profesional.
2. FILOSOFI “SANCTUARY”: RUMAH KEDUA UNTUK PULIH, BUKAN PENJARA
Nama “Sanctuary” berarti Tempat Perlindungan Suci. Konsep ini mematahkan stigma bahwa rehabilitasi itu dingin dan menakutkan seperti penjara.
Pendekatan Humanis: Pasien bukan “penjahat”, tapi manusia yang butuh penyembuhan, empati, dan penghargaan martabat.
Terintegrasi Alam: Lingkungan asri, udara segar, dan ketenangan alam jadi terapi utama untuk menenangkan pikiran yang gelisah.
3. KONSEP PEMULIHAN TERPADU & ALAMI
Pemulihan di The Sanctuary menggabungkan:
Medis + Psikologis + Konseling + Spiritual + Life Skill Training* dalam satu atap untuk holistic healing.
Bayangannya: lingkungan asri bikin hati tenang, perlakuan manusiawi kembalikan kepercayaan diri, terapi mental-spiritual bantu temukan tujuan hidup, dan pelatihan keterampilan siapkan mereka mandiri setelah keluar.
4. PERJUANGAN MELAWAN 3 TANTANGAN BESAR
1. Melawan Stigma Sosial: Mengubah pandangan bahwa pecandu bisa sembuh dan kembali berguna.
2. Melawan Jaringan Peredaran: Berperang melawan mereka yang untung dari penderitaan orang lain.
3. Membangun Sistem Terpadu: Menyatukan semua unsur pemulihan agar korban benar-benar pulih total.
“Mendirikan The Sanctuary bukan sekadar bangun gedung, tapi membangun kembali harapan. Di sini air mata berubah jadi senyum, keputusasaan jadi semangat, dan kehancuran jadi kebangkitan,” ujar Guntur.
DUKUNGAN TIM AKADEMISI & MENTOR
GIAN didukung tim akademisi dan profesional:
Koordinator: Prof. Dr. Drs. Sutarto Wijono, M.A.
Asisten Khusus Programer: Zamrony Junianto Andoko, S.E.
Tim Sipil: Ir. Leo Hartono, Ir. Meliana Santi, Dr. Pribadi Agung Wahyudi, M.T., Ir. Barnabas Untung Sudianti, M.T.
Tim Teknologi & AI: Prof. Danny Manongga,M.Sc., Ph.D., Hendry, Ph.D., Gabriela Kristiani Surianto, S.S.,M.Ling.
Mentor Mental Spiritual: K.P. KH. Mukhammad Musyrifin Amongjiwo, M.Pd, K.R.T. KH. Abdul Halim Al Khowwas.
Senior Advisor: Prof. Dr. Grand Prince Mohammad S. Ridwan, Ph.D, Brigjen Pol. Dr. Victor Pujiadi, Irjen Pol. Dr. Drs. Yehu Wangsa Jaya, M.Kom, dan lainnya.
Presidium
Seraphine Destina Nurani, S.E., M.M. – Founder / Secretary General
RM. Guntur Eko Widodo – Founder & Chairperson.
Redaksi-kirman

Posting Komentar