CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SEORANG IBU PENJUAL UDUK DAN LONTONG KELILING INI MENGELUH DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH DI HAPUS SEMENJA ADA PENDAMPING PKH BARU DI DESA JAYANTI

Pihak Karang Taruna juga menghimbau kepada warga yang merasa masih layak menerima bantuan namun dicoret agar segera melapor ke tingkat desa atau kelur


Bu awiah Penjual nasi uduk keliling Dicoret dari Penerima PKH Tanpa Kejelasan

JAYANTI, KABUPATEN TANGERANG – Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Jayanti mengeluhkan hilangnya nama mereka dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Warga mengaku tidak lagi menerima apa"


lagih ibu awiah  ini seorang penjual nasi uduk keliling di coret dari bantuan tanpa adanya pemberitahuan atau penjelasan yang memadai mengenai alasan pencoretan tersebut.



 ibu awiah  ini mengeluh kenapa ya pa saya orang miskin ko dapat bantuan di coret padahal yang mampuh pada dapat bantuan dari pemerintah padahal saya ga ada yang nyari tuk makan 


Bu awiah saya mohon kepada pemerintah kabupaten Tangerang  agar  masyarakat kabupaten Tangerang mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi serta memberikan transparansi data.





Masyarakat warga khususnya desa Jayanti RT 15 RT 16 RT 17 RT 18 Dan RT 22 yang merasa haknya terputus begitu saja. Banyak di antara mereka yang secara ekonomi masih sangat membutuhkan, contoh Bu awiah warga RT 022/008  namun tiba-tiba bantuan PKH-nya tidak cair lagi tanpa alasan yang jelas," ujar Bu awiah , Rabu (22/7/2026).


Para ketua RT sedesa Jayanti menekankan bahwa proses verifikasi dan validasi data harus dilakukan dengan cermat agar tidak merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, ketidakjelasan status bantuan ini menimbulkan spekulasi dan kecurigaan di tengah warga terkait adanya ketidakadilan dalam penyaluran.




"Kami para ketua RT sedesa Jayanti meminta kepada pihak Dinas Sosial maupun pendamping PKH di tingkat kecamatan agar transparan. Jika memang ada penghapusan data, sampaikan alasannya secara jelas kepada warga yang bersangkutan. Jangan biarkan warga bertanya-tanya dan merasa dianaktirikan," tegasnya.




Lebih lanjut, para ketua RT sedesa Jayanti berencana untuk melakukan pendampingan kepada warga yang terdampak guna memastikan apakah penghapusan tersebut disebabkan oleh perubahan kriteria dari pusat atau adanya kesalahan dalam proses pemutakhiran data di tingkat bawah.


Pihak Karang Taruna juga menghimbau kepada warga yang merasa masih layak menerima bantuan namun dicoret agar segera melapor ke tingkat desa atau kelurahan setempat dengan membawa dokumen pendukung, sehingga dapat dilakukan penelusuran lebih lanjut melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG).

(Red tim s)




Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • SEORANG IBU PENJUAL UDUK DAN LONTONG KELILING INI MENGELUH DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH DI HAPUS SEMENJA ADA PENDAMPING PKH BARU DI DESA JAYANTI
  • SEORANG IBU PENJUAL UDUK DAN LONTONG KELILING INI MENGELUH DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH DI HAPUS SEMENJA ADA PENDAMPING PKH BARU DI DESA JAYANTI
  • SEORANG IBU PENJUAL UDUK DAN LONTONG KELILING INI MENGELUH DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH DI HAPUS SEMENJA ADA PENDAMPING PKH BARU DI DESA JAYANTI
  • SEORANG IBU PENJUAL UDUK DAN LONTONG KELILING INI MENGELUH DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH DI HAPUS SEMENJA ADA PENDAMPING PKH BARU DI DESA JAYANTI
  • SEORANG IBU PENJUAL UDUK DAN LONTONG KELILING INI MENGELUH DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH DI HAPUS SEMENJA ADA PENDAMPING PKH BARU DI DESA JAYANTI
  • SEORANG IBU PENJUAL UDUK DAN LONTONG KELILING INI MENGELUH DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH DI HAPUS SEMENJA ADA PENDAMPING PKH BARU DI DESA JAYANTI

Posting Komentar